Sejarah AMCI

Perjalanan MRA Akuntansi ASEAN dimulai sejak ditandatanganinya ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) pada Desember 1995 sebagai tonggak
perjanjian perdagangan jasa antarnegara ASEAN. Pada Januari 1996, Coordinating Committee on Services (CCS) dibentuk sebagai salah satu wadah negosiasi perdagangan jasa lintas negara ASEAN. 

Dalam CCS dibahas negosiasi perdagangan tidak kurang dari 128 sektor jasa, termasuk akuntansi. Dimulai sejak 1996, hasil nyata pembicaraan terkait MRA akuntansi terlihat pada tahun 2009 dengan ditandatanganinya MRA Framework on Accountancy Services pada bulan .... di Chan Am Thailand. Dokumen ini pada intinya hanya mengatur prinsip-prinsip perjanjian saling pengakuan jasa akuntansi di ASEAN dan mendorong dilakukannya MRA bilateral di antara negara-negara ASEAN.

Sejak tahun 2011 negara-negara ASEAN kembali membicarakan MRA dengan tujuan merumuskan perjanjian pengakuan yang lebih operasional. Pada 23-25 Agustus 2014 MRA Akuntansi ASEAN ditandatangani di Yangoon, Myanmar oleh 9 (sembilan) negara ASEAN sedangkan Filipina menandatangani MRA pada November 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar.



 Pada intinya, MRA Akuntansi ASEAN mengatur dua hal penting:

1. Lingkup perdagangan jasa akuntansi lintas batas negara ASEAN

MRA (Pasal 3) menyatakan bahwa jasa-jasa akuntansi dapat diberikan oleh seorang "Akuntan Profesional" warga negara ASEAN di seluruh negara ASEAN, sepanjang akuntan dimaksud tidak menandatangani laporan auditor independen maupun laporan pemberian jasa akuntansi lainnya yang memerlukan izin

2. Mekanisme saling pengakuan kualifikasi akuntan profesional antarnegara ASEAN

MRA mengatur bahwa "Akuntan Profesional" yang diakui MRA memberikan jasa akuntansi lintas negara ASEAN adalah seorang akuntan yang telah memperoleh sebutan ASEAN Chartered Professional Accountant (ASEAN CPA)

MRA menetapkan persyaratan-persyaratan dan prosedur minimum bagi seorang warga negara ASEAN untuk menjadi ASEAN CPA. Secara garis besar, persyaratan menjadi ASEAN CPA meliputi persyaratan kualifikasi pendidikan, keanggotaan profesi, pengalaman, pendidikan berkelanjutan, dan etika.

  

01 November 2016



13 September 2016



04 Agustus 2016

Dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara terdapat perkembangan yang berpengar
 


© 2016 Copyright AMCI.
    All Rights Reserved.

Beranda | Profil | Asean CPA | Berita dan Artikel | FAQ | Kontak Kami | Registrasi